Saturday, October 10, 2020

Awal dari Perjalanan Panjang Penuh Lika - Liku

Tepat tanggal 1 oktober kemarin, bertepatan dengan terbentuknya Forum Mahasiswa Mesin Indonesia (FMMI) saya melangsungkan ujian skripsi. Penuh perjuangan? tentu saja, karena situasi sebelum dimulainya ujian awan hitam sudah mulai mendominasi dan menutup langit hingga gelap.

Walau ramalan cuaca pada smartphone kadang tidak tepat, namun insting saya mengatakan hujan akan lebat siang ini, dan apa yang terjadi tentu saja hujan lebat mengguyur kota padang hingga malam hari. Apakah saya gentar? tentu tidak, karena ujian tetap harus berlangsung karena ini merupakan penantian panjang yang saya tunggu.

Tepat satu jam sebelum dimulainya ujian berasama seorang teman yang membantu, saya beranjak dari kamar kos berangkat menuju kampus dengan dirundung hujan lebat.

Setiba dikampus langsung menuju ruang administrasi jurusan untuk meminjam kunci dan segala perlengakapan untuk presentasi. Menata ruangan, menyiapkan proyektor, menata snack dll. Kurang lebih 10 menit sebelum waktu dimulai, sempat deg-degan karena penguji dan pembimbing belum juga terlihat namun saya masih tetap coba menenangkan diri karena kondisi memang diluar kendali.

Akhirnya sidang dimulai setengah jam lebih lama dari jadwal yang telah ditentukan, dihujani berbagai macam pertanyaan terkait dengan skripsi yang ditulis, Alhamdulillah semua terjawab dengan yakin. Tak terasa sudah lebih 2,5 jam didalam ruangan dan akhrinya saya dinyatakan lulus.

Teruntuk kedua orang tua, terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan hingga akhirnya dapat menyandang gelar sarjana. Walau berat karena ibu sempat sakit hingga menguras mental, tenaga serta pikiran namun dengan perjuangan akhirnya, tiba masa untuk sidang akhir juga. Semasa hidup mungkin tak banyak prestasi yang diri ini dapatkan, malah bisa dikatan hanya menyusahkan. Namun, izinkan diri mempersembahkan gelar ini untuk menorehkan senyum bangga bahagia diraut wajah kalian.

Teruntuk teman-teman yang telah membantu serta sempat hadir usai sidang, saya ucapkan terima kasih, semoga kesuksesan menyertai kita dan tentunya bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Ini bukanlah akhir ini adalah awal menuju perjalanan panjang penuh lika-liku yang disebut dengan Kehidupan.

Sunday, April 14, 2019

Bertemu Kakek Veteran Perang Ketika Travelling


Hari rabu tepatnya tanggal 3 april kemarin bertepatan dengan libur isra mi'raj saya melaksanakan perjalanan solo tavelling ke luar pulau sumatra menuju pulau jawa atau tepatnya ke tangerang. Kurang lebih sekitra 20 tahun saya hidup baru kali ini saya melakukan perjalanan terjauh seorang diri ke pulau jawa.

Perjalanan yang saya tempuh melalui jalur darat lebih tepatnya menggunakan bis antar kota antar provinsi—karena tiket peswat lagi mahal, jadi naik bis. Start perjalanan dari kota padang menuju jakarta atau tepatnya ke tangerang.

Bukan tanpa tujuan saya kesana selain solo travelling saya juga ingin menjalin silatuhrami dengan kerabat yang ada di tangerang dan juga mencari  jodoh —siapa tau ketemu hehe . Perjalanan menggunakan bis memakan waktu kurang lebih sekitar 2 hari 1 malam dari kota padang menuju tangerang.

Ada banyak cerita dalam perjalanan menuju kota tangerang. Mulai dari bertemu dengan kakek seorang veteran perang, seorang ibu dengan cucu kesayangannya hingga bapak-bapak dengan tawa yang khas sehingga menghibur seluruh penumpang bis yang ada di dalamnya.

Berbicara tentang seorang kakek mantan pejuang, saya sempat mengobrol sedikit berasamanya terkait cerita tentang masa-masa perjuangan indonesia dulu.

Dari cerita yang saya tangkap beliau dulu ketika ikut berperang melawan belanda dan jepang, beliau hampir saja terbunuh oleh salah satu dari tentara dari pasukan penjajah, namun karna nasibnya baik tak sempat ia  menyarangkan peluru di badannya, namun kebalikannya beliau lah yang dapat melumpuhkan—sempat saya merinding ketika beliau bercerita— tentara tersebut.

Saya merasakan hal yang berbeda ketika mendengar beliau bercerita tentang kisah perjuangan beliau yang terlibat langsung. Benar-benar sebuah keberuntungan dan kehormatan bagi saya pribadi bisa mendengar cerita tersebut.

FYI (for your informations) kakek ini sudah berusia 99 tahun atau lebih tepatnya beliau lahir pada tahun 1920 sebelum indoneisa merdeka, wajar saja ia ikut bergerilya dalam peperangan indonesia melawan penajajah.

Namun ada kisa pelik dan saya tak habis fikir, kenapa?, karena kakek ini berpergian sendiri menuju ibukota tanpa di temani anak-anaknya, apa lagi selama perjalanan beliau dengan keterbatasan pendengaran

Saya sempat menanyakan tujuan kakek ini ke ibukota dan dia bilang ingin bertemu anak-anaknya, tadinya saya ingin mengantarkan kakek ini ke tempat yang beliau tuju, namun karena tujuan saya dan beliau berbeda dan juga ini baru pertama kali saya ke ibukota, maka tak sampai lah niat saya.

Setelah saya tanya sana-sini ke beberapa penumang yang ada di bis untungnya ada salah seorang penumpang dengan tujuan yang sama dengan kakek ini, dan siap membantu serta mengantarkan beliau ke tempat tujuan.

Ini certia yang dapat saya sampaikan, memang tak bisa dipungkiri sejatinya selama diperjalanan ada banyak pengalaman yang tak terlupakan yang saya dapatkan mulai dari bertemu orang asing, saling mengenal, bercerita, dan masih banyak lagi yang ingin saya tulis tentang kisah perjalanan ini. Next time untuk solo tavelling yakni ke kota istimewa yang ada di indonesia.

Kakek Rustam Veteran Perang

Kartu Anggota Veteran


Wednesday, December 5, 2018

Mengerjakan Tugas Dengan SKD (Sistem Kebut Deadline)

Mengerjakan tugas merupakan sebuah momok atau tanggungan yang harus dikerjakan oleh semua pelajar, termasuk mahasiswa. Menjadi mahasiswa, ada banyak tugas yang harus dikerjakan, apa lagi tugas tersebut dari dosen killer. Yahh.. kalo nggak dikerjakan ya bisa berabe (haha).

Banyak sekali mahasiswa yang mengeluh terhadap tugas yang diberikan karena sangking banyaknya, padahal menjadi mahasiswa sendiri, tugas merupakan suatu esensi yang sudah melekat didirinya. Ibarat makan ciki nggak pakai nasi, yah nggak kenyang (haha). Apasih nggak nyambung... (bodo amat).

Banyak dari teman-teman saya menggunakan sistem ini, namun terkadang saya juga menggunakannya. Jika belum mendekati deadline, yah.. nggak dikerjakan, jika deadline sudah menanti, barulah tugas harus segera di buat, jika tidak buat yah... bisa-bisa ditandain ama dosen, dan dicap pemalas. Dan paling parahnya lagi, bisa bisa ngulang tahun depan.

Sejatinya sendiri tugas merupakan suatu tanggungan yang harus dipenuhi sebagai mahasiswa, sama halnya dengan orang tua harus memenuhi tangungan anaknya.

Jadi kuliah lah dengan sebaik mungkin jangan malas-malasan (mengingatkan diri sendiri) , walaupun terakadang rasa malas, jenuh, dan kebelet nikah (ini parah) terkadang selalu menghantui , tapi yakin dan ingatlah orang tua di rumah, ada orang terkasih dan tercinta yang harus segera dibahagiakan, dan tentunya harus dapat membuat mereka bangga. Karena cari uang itu sulit. Iya.. sulit, sesulit cari jodoh yang syar'i kayak kamu... (eeaa).

Saya sih nggak masalah dengan sistem ini dan terkadang sering juga menggunakannya, karena sedikit tertantang dan terkadang memicu adrenalin yang dirasakan, saat menggunakan SKD ini (haha). Tapi saya sudah nggak menggunakan sistem ini lagi, biar hidup sedikit tertata (haha). Karena ada quotes bilang "Jangan tunda pekerjaan, Karena itu sama dengan menunda kesuksesan masa depan". #caripembenaran

No deadline, No challenging.



Friday, November 30, 2018

Tak Gentar Hadapi Hujan, Namun Perjuangan Yang Sia-Sia

Tepat setelah ibadah shalat jum'at, kota padang diguyur dengan hujan lebat. Dan tepat dimana setelah jum'at, masih ada sisa satu mata kuliah yang harus diikuti. Dengan suasana hujan dan dingin yang menusuk ke tulang, rasa malas dalam diri pun mulai terngiang-ngiang dihati dan otak mulai menyetujui maksud keinginan hati. Dengan sikon senyaman ini, tentu saja siapa-pun makhluknya tidak akan pernah bergerak dari tempat manapun, karena kondisi seperti ini.

Saya pun sudah mulai larut didalam kenyamanan yang dibuat oleh kemalasan saya sendiri ditambah lagi dengan kondisi yang sangat mendukung sekali. Hati kecil saya yang lain bergumam 'bagaimana dengan kuliah? apa benar dengan keadaan seperti ini masih tetap kuliah?', dan otak mendukung secara penuh dan berkata 'tentu saja siapa yang mau menuntut ilmu dengan cuaca seperti ini', dan hati berkata kembali 'bagaimana jika kuliah, dan dosennya masuk apa iya? Harus ambil jatah libur?', otak dan hati mulai tak sinkron dan tentu saja otak tak mendukung dan meyakinkan sembari berkata 'tentu saja tidak kuliah, emang siapa yang mau kasih perkuliahan di cuaca seperti ini'. Memang terkadang hati, dan otak sebagai tempat berfikir, kadang tak sinkron satu sama lain. Memang terlalu banyak pertimbangan ketika mengambil sebuah keputusan, dan bahkan keputusan yang paling sepele sekalipun harus ada yang dipertimbangkan.

Banyak yang bilang jika kamu ingin sukses maka ikutilah kata hatimu. Ntah siapa yang menggagaskan kalimat tersebut dan kapan kata-kata tersebut dibuat. Tetapi yang jelas kata-kata tersebut hampir atau bahkan banyak orang yang menggunakannya sebagai bagian dari sebuah prinsip hidup yang harus diyakini. Dan saya mungkin salah satu dari sekian banyak orang tersebut.

Dengan tekad, motivasi, serta saya kumpulkan semangat dalam diri. Saya mulai mengambil keputusan sesuai dengan kata hati, yakni dengan memilih pergi kuliah. Untuk memastikan kuliah atau tidak. Walaupun kondisi yang sedang diguyur oleh hujan lebat. Namun kata hati sudah mulai mantap untuk tetap pergi. Tentu saja raga mengikuti apa yang di rasakan oleh hati.

Dengan tekad yang telah terkumpul, saya siap untuk berangkat kuliah, demi menuntut ilmu, demi membahagiakan orang tua, dan demi calon jodoh ku nantinya (efek jomblo dari lahir). Setelah saya pakai mantel, sandang tas, dengan menggunakan sendal jepit buatan jepang, dan sepatu yang telah saya taruh di dalam jok motor. Tak lupa menggunakan helm saya hidupkan motor kesayangan dan siap gas ke kampus untuk pergi menuntut ilmu.

Setelah sampai kampus, saya parkirkan motor dan lepas helm. Dengan yakin saya menuju ke kelas dengan langkah yang cepat karena saya tahu sudah terlambat. Dan belum sampai kelas saya sudah bertemu dengan salah satu teman saya dan berkata 'hari ini kita tidak kuliah tadi bapak telpon, alasannya ada urusan'. Sontak semangat langsung memudar, dengan kenyataan yang dihadapi. Namun apa daya sudah ini sudah terjadi. Kenyataan kadang lebih pahit dari sayuran pare (haha). Sebuah perjuangan, namun sia-sia.

Jadi jika diambil dari sisi postifinya , walaupun perjuangan  terkesan sia-sia. Setidaknya saya sudah berani keluar dari zona nyaman, mengikuti kata hati. Walaupun tidak mengikuti insting dan sikon yang terjadi dan demi meyakinkan kata hati. 
Kuliah Dengan Sendal Jepit :v

Bagi para pejuang sarjana, tetap semangat apapun keadaanya tetap jalani dan nikmati, walaupun kadang ada hal kecil yang sia-sia, tapi tak apalah dari pada datang penyesalan yang besar. Kan nggak enak dengar kata sesalnya *hahaha.

Semangat Kuliah! Salam Mahasiswa! *strong

Wednesday, May 2, 2018

Hidup Sebuah Pilihan

Hidup Sebuah Pilihan
Hidup adalah sebuah pilihan, lakukan apa yang ingin kau lakukan, jika kau sudah memilih pilihan tersebut lakukan dengan sepenuh hati serta diiringi keyakinan yang kuat dari dalam hati, agar rasa penyesalan yang akan datang hanya seperti angin lalu yang berhembus.

Masalah orang lain menilai, ntah itu baik ataupun buruk terhadap pilihan yang kau perbuat, biarkanlah. Karena kepala boleh sama bulat, rambut boleh sama hitam, tapi isi kepala siapa yang tau?. Jadi biarkan dan lakukan apa yang kau inginkan.

Tapi ingatlah pilihan yang telah kau buat harus kau pertanggung jawabkan, sehingga kau bisa belajar untuk menjadi seseorang yang paham akan arti dari konsekuensi yang sebenarnya, tapi jika yang terjadi malah sebaliknya maka tak ayal kau hanya seorang pecundang yang hanya berani bermain api tapi takut kebakaran.

Tuesday, November 14, 2017

Zona Waktu

Berbicara soal "Zona Waktu" apa yang terbesit di pikiran kalian. Yang pasti pertama kali tentang perbedaan waktu pada tiap daerah, maupun antar negara.

Pernakah kita sadari bahwa sejati kita sebagi manusia memiliki "Zona Waktu" yang berbeda-beda. Kenapa berbeda? Yah, Contoh sederhananya saja seperti pendiri facebook, beliau merupakan orang kaya yang memiliki kesuksesan yang sangat fantastis, dan ia mendapatkannya di usia masih sangat muda untuk seorang miliarder.

Dan contoh yang lain, seperti pendiri e-commerce terbesar di china, yaitu Jack Ma beliau ketika muda masih berjuang untuk meraih kesuksesan tersebut.

Jadi intinya setiap orang memilki "Zona Waktu" yang berbeda-beda. Dan "Zona Waktu" tersebut sudah ada porsinya pada setiap orang. Tidak ada yang terlambat, dan tidak ada pula yang terlalu cepat.

Kewajiban kita untuk selalu bersyukur kepada sang pencipta, dan melakukan hal-hal yang baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Dengan semangat, tekun, kerja keras dan serta pantang menyerah untuk meraih kesuksesan.

Karena ketika "Zona Waktu" itu tiba, kita tak pernah lupa akan pahitnya sebuah proses untuk mencapaiya, dan kita selalu mengingat orang-orang yang membantu serta berpengaruh dalam pencapian tersebut.

Tuesday, November 7, 2017

Bodo Amat

Bodo Amat
Ada kalanya hidup kita harus sesekali menggunakan kata "Bodo Amat", mengapa demikian??? karena sejatinya kata ini lah yang akan menjadi acuan serta menjadikan sumber kekuatan kita untuk tidak selalu terfokus pada permasalah yang dapat membuat diri kita selalu di dikte oleh orang lain. Kadang orang lain hanya bisa men-judge orang yang mereka anggap orang itu aneh dan bahkan bisa dikatakan berbeda dari mereka, alasannya sih... cukup simpel yahhh.. orang itu berbeda dari mereka. Walaupun saya sendiri kadang masih juga men-judge orang lain, karena saya bukan orang yang suci bak malaikat, tidak.. karena sejatinya kita manusia masih sering meremehkan orang lain. Padahal kita sendiri pun tidak bisa melakukan apa yang dilakukan oleh orang kita judge tersebut. Dari sini lah saya membukkan pikiran serta akal sehat saya terhadap perbedaan tersebut, agar kita bisa menerima segala perbedaan yang sejatinya perbedaan itu lah yang membuat hidup kita menjadi lebih berwarna. Coba kita lihat negara kita Indonesia, indonesia memiliki keanekaragaman yang banyak sekali, dan dari situlah negara-negara lain mengenal indonesia. Dan bahkan negara lain sampai iri melihat perbedaan keanekaragaman budaya itu.

"Bodo Amat" sebuah kalimat yang simple ketika diucapkan. Memiliki artian kata yang luas bisa dari segi positif atau dari segi negatif. Yahh... walaupun terkadang artian segi negatifnya lebih banyak dari pada yang positifnya hehe. Jika kia bisa menelaah dengan akal sehat serta pikiran terbuka, kalimat ini memliki dampak positif, jika digunakan pada moment yang tepat. Misalnya nihh... ketika kita menciptakan suatu karya seni yang menurut kita karya ini merupakan salah satu maha karya kita yang paling indah yang pernah kita ciptakan. Kita meminta pendapat pada orang lain mengenai karya kita, misal sia A berkomentar "karya kamu bagus aku suka, tapi jika kamu lebih memperhatikan lagi sedikit ladi pada bagian ini pasti akan lebih bagus lagi.... hehe, tapi tetep aku suka." sedangkan yang B berkomentar "Aaahh... karya kamu jelek baget enggak bagus, mending kamu buang aja ke tong sampah, dasar picisan." Dari situ lah kita dapat memilih apa yang bagus buat kita, disini lah letak kepercayaan diri serta mental seorang superstar. Kenapa superstar.. yaaa karna seorang super star tidak menghiraukan masukkan negatif yang dapat merusak kepribadian orang tersebut. Karena seorang super star lahir dari orang-orang yang dapat memanfaatkan momen. Yahh... walaupun saya sendiri belum pandai dalam memanfaatkan momen itu hehe. Dan disinilah The Power of "Bodo Amat" sangat berperan penting dalam pribadi kita. Sehingga pikiran buruk nan merusak mental dapat diatasi. Ini lah letak realistisitas yang harus kita pahamai agar kita dapat memahami lagi kata "Bodo Amat". Karena sejatinya setiap orang memiliki hak serta pendapat yang beda-beda terhadap penilaiannya masing-masing. Oleh itu lah kita harus menjadi pribadi serta memiliki mental yang tangguh.

Dan tak lupa pula kita pandai-pandai menempatkan diri, serta menjadikan seorang pribadi yang tak mudah tersinggung terhadap orang lain, dan mampu melupakan momen yang tak berguna yang dapat menghancurkan kepribadian kita. Skill humor pun tak ikut ketinggalan, karena sejatinya skill ini lah yang paling berperan dalam kehidupan kita yang penuh akan ironi ini. Jika kita punya selera humor yang tinggi, niscaya takkan ada satupun makhluk yang dapat meruntuhkan kokohnya dinding mental dan kepribadian, yang sejatinya hanya dimemiliki oleh orang-orang yang memilki jiwa seorang super star. Karena kalimat Bodo Amat dapat berguna juga, jika ditempatkan pada momen-momen yang pas.

Saturday, October 21, 2017

Senja Dikala Hujan

Senja Dikala Hujan
Langit tak memilih senja dalam hal yang mewah, tetapi langit kan terima senja apa adanya. Senja yang kan tak bisa menjadi sempurna, banyak duka kan cerita lama yang indah. Senja yang kan bersinar dikala sore, tetapi hujan kan turun tuk hapus duka yang tersisa. Hujan yang semula tak tampak di langit yang indah, kan tutupi senja yang bersinar terang tuk habiskan waktu tuk muncul di waktu selnjutnya.

Namun apa daya serta upaya senja kan tampakkan akhir yang indah di penghujung waktu. Kan tersapu-kan hujan yang tinggal akan duka yang dibawa. Duka yang kau ciptakan, kan sirna dan tersapu hujan yang tenang dan damai. Kan banyak orang yang bersyukur dikala tiba, tapi banyak pula yang tak suka kan kehadirannya. Betapa tuhan yang kuasa, yang mengatur segala ciptaannya, kan memberikan rahmat serta karunianya, bagi setiap ciptaannya yang menikmati dan terus syukuri apa yang telah terjadi. Di kadang keinginan tak sesuai denga harapan yang indah, Tuhan gantikan harapan yang lain dan jauh lebih indah, yang ciptaannya tak-kan pernah tau apa hikmah yang ada dibaliknya.

Dikala senja kan tiba, hujan datang mebawa ketenangan, ketenangan yang indah dan tak bisa kau dapatkan dengan tiba-tiba. Wahai Tuhan yang kuasa, buatlah kami kan selalu mensyukuri dan tak lupa akan nikmat yang engkau berikan. Kan Ku kuat-kan tekad dalam diri, tuk selalu mengingat apa yang telah engkau beri. Semoga kita kan terima dengan lapang dada apa yang telah diberi, seperti langit kan terima senja apa adanya. Dan hujan yang kan tiba walau tak diundang tuk hapus duka.