Monday, April 15, 2019

Pengalaman Tukar Buku Rusak Di Gramedia


Kurang lebih sekitar hampir satu bulan ini saya tidak ada berkunjung ke toko buku, biasanya 4 minggu sekali saya pergi ke toko buku —eh sama aja— untuk menambah kelokesi buku bacaan saya. Minggu kemarin saya sempatkan diri untuk menyampangi salah satu toko buku yang ada di kota padang yaitu gramedia.

Dari kosan menuju toko buku gramedia kurang lebih,yah,sekitar 20 menitan lah. Sesampainya ditempat saya memakirkan kendraan saya di tempat parkir —ya iyalah tempat parkir— saya langsung melangkah masuk ke toko buku.

Tepatnya di lantai dua —tempat buku pengetahuan, ilmiah, dll— dan tiga —untuk novel dan komik— berbagai macam koleksi buku yang dijual mulai dari best seller hingga antah berantah sekalipun. Namun tetap bagi saya pribadi tetap mengapresiasi mereka para penulis yang telah berkarya melalui buku.

Saya berkeliling dari rak ke rak dari sudut ke sudut, namun ada satu karya yang memikat hati dan juga menjadi incaran saya yakni sebuah novel karya J.S. Khairen dengan judul "Kami (Bukan) Sarjana Kertas". Sebenarnya saya sudah lama mengintai di istagram penulisnya namun apa daya waktu itu tak ada niatan hati untuk meminang karyanya.

Dan sekarang tanpa fikir panjang pada saat itu juga saya pinang novel karangannya. Alasan saya meminang buku ini yakni  saya tertarik dengan testimoni dari yang sudah membacanya,  dan juga judulnya yang membuat saya tertarik karena dengan sikon saya saat ini, dan tentang perihal pertanyaan-pertanyaan yang menghantui pikiran saya, mau apa saya ketika kelak sudah jadi sarjana.

Singkat cerita telah saya kupas habis buku ini hanya berjarak 6 hari setelah pembelian, dan ketika sudah berada dibab terkahir, betapa terkejutnya saya ternyata ada beberapa halaman kosong yag terdapat didalamnya, sontak tanpa pikir panjang saya langsung bergegas untuk menukar dengan yang baru.

Sempat awalnya pesimis apakah buku ini bisa di tukarkan dengan yang baru dan juga buku ini sudah dicoret-coret, tetapi dengan bermodal keyakinan dan juga saya masih menyimpan struk pembelian saya langsung berangkat.

Setelah sampai saya langsung menuju costumer service untuk menanyakan apakah buku tadi bisa diganti dengan yang baru, mbak-mbak costumer service sempat kaget dan juga sempat memberikan pernyataan sepertinya buku ini tidak bisa di ganti karena sudah dicoret. Saya sudah pasrah waktu itu, namun mbak-mbak tadi coba menelpon ke manajernya dan ternyata, jreng-jreng, buku bisa di tukar. Dalam hati saya bersyukur ternyata buku masih bisa ditukar. Dan mbak-mbak nya tadi juga bilang kesaya untung cepat datang, karena waktu penukaran sudah hampir habis dan seperti syarat penukaran yang tertera. 

Fyi untuk penukaran buku maksimal 7 hari setelah pembelian.

Saya sadar keberuntungan masih berpihak kepada saya,hehe. Mungkin lain kali, ketika mau membeli buku lagi harus cepat-cepat di baca sampai habis agar ketahuan kalo ada halaman yang rusak atau cacat,hehe —kemarin juga nggak sempat cek dulu, karena buku masih dalam plastik saya pikir aman-aman saja.

    

Beberapa halaman buku kosong.

Previous Post
Next Post

About Author

Seorang personal blogger, yang suka menulis seputar keseharian mulai dari curhat, opini, dan bahkan adakalanya menginspirasi. Kadang juga menulis hal-hal yang absurd, dan dibumbui sedikit humor.

0 komentar: