Sunday, January 20, 2019

Solo Touring Jambi - Padang



Happy New Year 2019! Yeaay, mumpung ini masih di bulan januari nggak apa-apa lah telat ngucapinnya hehe. Liburan telah usai waktunya kembali ke rutinitas, yap senin udah mulai masuk kuliah lagi. Semester baru pacar baru ilmu baru.

Memasuki awal semester genap, saya sebagai seorang mahasiswa mulai menyiapkan segala perbekalan atau pun alat-alat yang dapat menunjang segala kegiatan saya dikampus. Mulai dari alat tulis hingga sampai gombalan servis sepeda motor kesayangan—untuk persiapan solo touring.

Sebelum memulai semester baru dan melakukan perjalanan atau bisa juga disebut touring karena jarak yang ditempuh lumayan jauh. Saya menyervis motor kesayangan terlebih dahulu agar nyaman digunakan sebelum melakukan perjalanan touring agar nantinya tidak ada masalah ketika di perjalanan nanti. Fyi jarak dari rumah saya kekampus itu sekitar 478km atau kurang lebih 10 jam perjalanan jika menggunakan kendaraan bermotor. Yap saya menggunakan motor untuk menempuh jarak tersebut.

*note: kalo di google maps kurang lebih kurang sekitar 11 jam-an.
Jarak Dari Rumah Ke Kampus.
Saya sendiri kuliah disalah satu perguruan tinggi negeri yang ada di sumatera barat, atau tepatnya di Universitas Negeri Padang. Karena jarak dari rumah yang terbilang cukup jauh menuju kampus, dan juga untuk menekan biaya pengeluaran selama merantau, jadi saya menggunakan sepeda motor agar sedikit lebih hemat.

Saya memulai perjalanan solo touring dari rumah sektiar jam 6:40 pagi, yang tentunya berangkat setelah berpamitan dengan kedua orang tua. Dari rumah saya gas tipis-tipis menuju chekpoint pertama yang saya tetapkan yaitu tepatnya di muara bungo. Kurang lebih saya menepuh waktu perjalanan 3.5 jam dari rumah menuju muara bungo.
Singgah Di Muara Bungo
Setelah tiba di muara bungo saya singgah di salah satu mini market disana, untuk membeli cemilan sembari beristirahat sejenak untuk melepas penat selama perjalanan 3.5 jam tadi. Kurang lebih 30 menit saya beristirahat, dan setelah itu saya lanjutkan perjalanan menuju kota padang—letak kampus berada di kota padang.

Dari muara bungo menuju kota padang, saya melewati perbatasan provinsi jambi dengan sumatera barat dan melewati dharmasraya. Beberapa ratusan kilo meter setelah dharmasraya tepatnya di Sijunjung saya bertemu dengan salah satu pengendara yang bernama wendra.

Saya berjumpa dengan wendra di jalan, awalnya saya menyapa wendra dijalan, setelah itu dia membutntuti saya dari belakang. Karena rute di sinjunjung itu lumayan panjang dan indikator bahan bakar mulai menipis akhrinya kami berhenti di salah satu SPBU, untuk mengisi bahan bakar, sembari melepas penat.

Saya sedikit berbicang dengan wendra, ternyata wendra sendiri berasal dari pekan baru, yang akan menuju ke silungkang karena ada urusan pekerjaan. Setelah perbicangan singkat saya dengan wendra kami pun melanjutkan perjalanan. Beberapa ratus meter setelah monumen sawah lunto, wendra berhenti tepatnya didekat persimpangan menuju ke silungkang. Disitu saya berpisah dengan wendra karena tujuan yang berbeda, hingga akhirnya saya melanjutkan perjalanan menuju kota padang melewati kota solok.

Beberapa ratus kilo meter setelahnya saya tiba di kota solok,yang terkenal dengan kota dingin kedua setelah padang panjang. Dalam perjalanan saya menikmati hamparan sawah hijau yang memebentang luas yang tak sepat saya abadikan, dan melewati gunung talang, hingga sampai di rute sitinjau lauik yang terkenal dengan rute ekstrem bagi para pengemudi.

*fyi sitinjau lauik merupakan rute ekstrem yang ada si sumatera barat, untuk lebih jelas coba search di google.

Setelah dari solok menuruni rute ekstrem sitinaju lauik, saya sempat berhenti di simpang gadut tepatnya di salah konter dekat simpang tersebut untuk bertemu sekalian berbincang dengan kawan lama saya yang kebetulan sedang bekerja di salah satu konter. kurang lebih sekitar 30 menit saya berbincang, dan akhirnya saya meneruskan perjalanan menuju kosan saya—saya kos disekitar area kampus.
Singgah Di Tempat Kerja Kawan Lama

Setelah sampai di kosan saya melepas penat dan rehat mengistirahatkan badan yang lelah selama perjalanan touring yang kurang lebih 10 jam. Sebenarnya ini bukan pertama kali saya melakukan solo touring tapi ntah kenapa perjalanan kali ini sungguh melelahkan, akan tetapi tak apalah saya sangat menikmati perjalanan kali ini. Mungkin next time solo touring ke bali, biar memacu adrenalin dan biar lebih remuk dan kerasa capeknya ya hehe.
Sampai Di Kosan.
Previous Post
Next Post

About Author

Seorang personal blogger, yang suka menulis seputar keseharian mulai dari curhat, opini, dan bahkan adakalanya menginspirasi. Kadang juga menulis hal-hal yang absurd, dan dibumbui sedikit humor.

0 komentar: