Sunday, November 4, 2018

Simulasi Menjadi Guru Dalam "Pedagogi Kejuruan"

Sebagian orang bilang menjadi Guru merupakan tugas yang mulia, dan sebagiannya lagi bilang bahwa menjadi Guru merupakan pekerjaan yang rendah. Saya mungkin termasuk sebagai orang yang berpendapat dari pernyataan kedua tersebut. Tetapi dengan seiring berjalannya waktu dan mulai sedikit memahami bagaimana 'Rasanya' menjadi seorang guru, fikiran tersebut mulai berubah.

Menjadi guru menurut saya (setelah simulasi) bukan lah hal yang mudah, kita dituntut harus bisa dan serta merta memiliki kompetensi, hingga harus mampu menguasai suasana kelas. Memang benar itu terdengar sepele tetapi ibarat kata pepatah nyleneh, 'untuk apa punya uang akan tetapi tidak bisa makan', nah seperti itulah kira-kira. Jika hanya teori tanpa adanya praktek maka sama saja dengan bohong. Akan tetapi pada kenyataanya memang sulit jika kita tidak siap, baik dari segi materi maupun mental. Jikalaupun sudah siap jam jika tidak latihan ataupun punya pengalaman berbicara didepan umum akan terasa risih.

Banyak orang meremehkan pekerjaan guru, termasuk saya juga. Bukan lah hal mudah jika kita tampil di depan umum, apalagi seorang introvert. Ibarat pilot harus punya jam terbangnya agar bisa profesional dalam mengendalikan pesawat. Sama juga seperti guru jika kamu tidak siap menjadi pusat perhatian maka kamu akan mengalami hal yang bahkan bisa membuat pingsan atau bahkan ngompol dicelana.

Tidak semua orang bisa dan sanggup berbicara didepan umum, dan bahkan ada orang yang lebih memilih mati dari pada disuruh berbicara didepan umum, apakah semengerikan ituka berbicara didepan umum. Ntah lah tapi yang jelas fakta tersebut memang benar adanya. Jika kita kaitkan ke dunia entertain bahkan reporter senior seperti mbak Najwa Shihab pun yang sudah bertahun-tahun yang berbicara didepan umum masih suka grogi atau nervous sebelum tampil.

Bagaimana dengan guru, yang bahkan dituntut harus mampu mentransfer ilmu serta pengalamannya, hingga bahkan harus mampu menguasai kelas yang diajarkannya. Ntah lah tapi yang jelas inilah yang saya alami, dan dari sini saya pun belajar untuk tidak meremahkan sebuah pekerjaan.

Dari simulasi itu saya bisa melihat gimana rasanya menjadi seorang guru, walaupun masih dalam konteks belajar, dan karena juga saya orangnya introvert dan ini jelas keluar dari zona nyaman saya. Maka dari itu saya ingin belajar lagi serta lebih mendalam lagi, bagaimana menjadi public speaker yang baik dan bagaimana menjadi seorang guru yang bisa menyenangkan para siswanya.

Walapun saya berharap dan tidak ingin menjadi guru dan saya ingin bekerja di perushaan besar yang berskala internasional, tetapi setidaknya saya belajar bahwa menjadi guru sekaligus public speaker bukanlah hal yang mudah, butuh pengalaman serta dedikasi dan jam terbang yang tinggi, agar mampu menjadi seorang professional sesuai dengan bidangnya. Dan saya harap para pembaca dapat menemukan nilai positifnya agar kita dapat belajar dari pengalaman yang nyatanya sepele tersebut.




Previous Post
Next Post

About Author

Seorang personal blogger, yang suka menulis seputar keseharian mulai dari curhat, opini, dan bahkan adakalanya menginspirasi. Kadang juga menulis hal-hal yang absurd, dan dibumbui sedikit humor.

0 komentar: