Thursday, July 5, 2018

Ngomongin Bullying

Kalimat apa yang tebesit di otak kalian jika mendengar kata "bullying", yang pastinya sih... dimana ada seorang dari pihak yang lemah diganggu oleh seorang anak yang lain yang dia rasa dirinya sendiri lebih jago dari pada anak tersebut, yahh... yang bahasa simpelnya sih... "pecundang" vs "pemenang".

Seperti yang kita ketahui sendiri akhir-akhir ini, pemerintah indonesia memblokir salah satu aplikasi yang banyak digandrungi anak-anak yang bisa dikatakan masih diusia yang sangat belia. Menurut saya sih sah-sah saja pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap aplikasi tersebut, toh banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya sendiri, yahh walaupun saya sendiri suka khilaf nonton konten yang negatifnya juga hehe (#manusiajujur).

Dibalik ketenaran aplikasi tersebut, melejitlah nama dari seorang remaja belia saya sebut saja inisialnya "bowo" (#inibukaninisial). Saya pribadi orangnya sih enggak pedulian amat ya soal yang berita-berita yang masih trending, kenapa begitu yahh... gimana yahh... karena sekolah saya sendiri backgroundnya dari sekolah agama, saya lebih memilih untuk bersikap Tabayyun. Bukannya sok suci sih... tapi salah satu guru saya disekolah waktu itu mengajarkan saya untuk bersikap seperti itu, karena sejatinya jika kita hanya mendengar sebuah berita dari mulut ke mulut, yang pastinya pada setiap mulut tersebut pasti akan terjadinya pelencengan alur cerita dari cerita aslinya. Jadi mungkin sikap yang baik dan tepat, yahh... diselidiki berita tersebut sampai benar-benar jelas. Atau tanya langsung ke orang yang bersangkutan hehe biar lebih greget (#koplak).

Kembali lagi ke topik, jadi si bowo ini di bully oleh banyak orang khususnya netijen yang ada diinstagram (yaa iyalah diinstagram diakan terkenalnya dari sana), gara-garanya ni bocah ngebuat acara meet and greet yang berbayar, nah dari situlah si bocah dibully habis-habisan oleh para netijen ini, dan yang paling pekok bin koplaknya lagi nih bocah mukanya beda banget ama yang ada di instagram. Nahh... dari situ juga lah para netijen ini mengeluarkan segala kata-kata yang sepatutnya tidak keluarkan. Menurut sudut pandang saya sihh... ya bodoamat kenal aja juga enggak ama ni bocah, ngeliat komen-komen jahat yang dikeluarkan netijen, yaahh... bodo amat itu kan hak mereka untuk berkomentar.

Tapi nihh... tapi ada baiknya kalo mau komentar ada baiknya sihh di filter dulu kali ya, yahhh... bukan maksud untuk belain nih.. bocah, tapi ada baiknya gunain tuh otak untuk dulu baru kasih komen, kan percuma kalo gitu disekolahin klo otaknya nggak di pake uuppss. Jadi sih intinya lebih baik sadar diri dulu aja deh sebelum mau ngejudge orang lain, klo enggak bisa yahh... baiknya sih kasih saran atau komen yang bagus-bagus aja dah, siapa tau kan dibaca tu komen yang baik biar dia sadar diri. Tapi kalo dipikir sihh... nih orang kan masih bocah yahh... pikirannya kan belum terbuka, ya udah lah yang penting udah kasih komenan yang bagus-bagus. Tapi niihh... kalo belum bisa juga komen yang bagus-bagus mending diam dah selesai perkara.

Jadi kesimpulannya sih bullying itu enggak baik, karena saya dulu juga orang yang paling sering dibully, yahhh jadi lebih sedikit pengalaman lah yahh. Walaupun setiap orang pasti pernah dibully setidaknya kita lebih berkompeten aja lah dalam menyikapi setiap hal yang kurag kita senangin atau malah paling dibenci sekalipun. Tapi sikap yang paling bijak menurut saya adalah diam, karna diam adalah sikap terbaik dalam menyikapi hal yang tidak pantas untuk di bicarakan . Sekian.

Previous Post
Next Post

About Author

Seorang personal blogger, yang suka menulis seputar keseharian mulai dari curhat, opini, dan bahkan adakalanya menginspirasi. Kadang juga menulis hal-hal yang absurd, dan dibumbui sedikit humor.

0 komentar: