Tuesday, June 12, 2018

Terdidik Dan Tak Terdidik

Ada dua tipe manusia dibumi ini, ada yang terdidik dan ada juga yang tidak, jika kita lihat arti karta terdidik sendiri yakni merupakan seorang insan yang keberadaan, pengalaman, serta pengetahuan yang dimilikinya mampu memiliki pola pikir rasional dan memiliki ke visioner-an yang realistis sesuai dengan apa yang ia alami. Dan bagaimana dengan orang yang tak terdidik, yang bisa kita antonimkan dari pengertian terdidik tersebut.

Sejatinya dua tipe manusia ini, jika ketika sedang nongkrong dari warkop pinggir jalan sekalipun tidak akan ada perbedaannya sama sekali, tetapi perbedaan tersebut dapat kita temukan dengan mudah dan dengan sedikit analisis yang pas tentunya, jika kita melihatnya sebagian besar orang terdidik lebih memilih untuk mendengarkan atau bahkan diam terlebih dahulu diawal pembicaraan yang ada, dan mulai dengan perlahan dengan timing yang pas serta diiringi dengan ilmu didalamnya. Apa bedanya dengan yang tak terdidik lagi-lagi bisa dibalikkan dari kalimat diatas. Yahh... walaupun sejati yang tak terdidik tersebut ada juga yang sama seperti yang terdidik, walaupun tidak terlalu mencolok.

Jika kita lihat kumpulan orang yang terdidik sendiri mereka lebih sering melakukan obrolan-obrolan ringan, ntah itu hanya sebuah basa basi biasa, atau terkadang bertukar informasi maupun berbagi pendapat, karena dari hal tersebut lah mereka dapat belajar bahwa sejatinya setiap sudut pandang yang tercipta dari sebuah permasalah yang kompleks tersebut terciptalah sebuah pengalaman, dan permasalahan tersebut diselesaikan dari pengalaman-pengalaman yang ada pada diri setiap insan tersebut, yang tak terdidikpun juga demikian akan tetapi penyelesian masalah tersebut terlalu sukar dan penyelesian masalahnya tanpa pikir panjang dan hanya terpaku pada penyelesian saat itu saja dan tidak memikirkan untuk kedepan, dan yang paling parahnya lagi tak memikirkan orang lain yang dirugikannya.

Tulisan ini sejatinya tidak memojokkan pihak manapun, akan tetapi fakta di lapangan lah yang mengatakan dengan sejujur-jujurnya, dari fakta tersebut lah dapat pula ditarik kesimpulan terhadap kedua tipe tersebut. Tetapi itu tadi, penulis juga tak bisa menarik kesimpulan yang baik terhadap orang yang terdidik tersebut, banyak juga fakta di lapangan yang menyatakan bahwa ada juga orang yang terdidik malahan lebih parah dari yang tak terdidik, dan parahnya lagi mereka yang terdidik ini lebih mengetahui apa-apa saja yang tak diketahui dari yang tak terdidik, dan pada momen ini lah yang terdidik memanfaatkan ketidak tahuan tersebut. Dan membuat keuntungan yang semata-mata hanya untuk memperkaya diri, atau bisa juga mengangkat derajatnya sendiri tanpa melihat orang yang dirugikan.

Yahh... begitulah sejatinya hidup tidak ada yang sempurna, karena sejatinya kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan boleh berbicara tanpa fakta tetapi manusia tidak boleh. Jadi solusinya yang paling efisien yakni, Yahh... kita harus terima baik dan buruknya yang ada pada setiap orang lain, agar tercipta lah kedamaian batin dan kedamaian lingkungan sekitar sehingga tidak ada satu makhluk pun yang merasa dirugikan dan rasa saling menghargai satu sama lain tentunya. Dan tidak akan ada perbedaan anatara orang Terdidik maupun yang Tak Terdidik, dan tentnunya tidak saling menghujat satu sama lain nantinya.

Previous Post
Next Post

About Author

Seorang personal blogger, yang suka menulis seputar keseharian mulai dari curhat, opini, dan bahkan adakalanya menginspirasi. Kadang juga menulis hal-hal yang absurd, dan dibumbui sedikit humor.

0 komentar: