Friday, September 22, 2017

Berekspresi...

     Di judul kali ini mungkin saya akan sedikit bereksperimen tentang arti yang sebenarnya dari ekspresi. Ekspresi sendiri merupakan cara seseorang untuk lebih mengenal lebih mengetahui apa yang ia rasakan yang ada pada dirinya. Karena berekspresi merupakan hal sepatutnya ada pada diri setiap individu itu masing-masing.

     Menurut saya, berekspresi merupakan cara saya agar dapat mengenal jati diri, karena berekspresi kita lebih tau apa yang kita inginkan. Memang banyak sekali orang-orang yang masih terlalu takut untuk mengekspresikan dirinya, karena mereka masih memikirkan apa yang dikatan orang lain. Sebenarnya perkataan orang lain itu tidak harus didengar juga... mungkin ada baiknya ambil sisi positif saja. Toh... kita hidup bukan dengan untuk mereka.... mungkin mereka memang sedikit iri saja pada diri kita. Dulu saya juga orang yang gampang sekali merubah apa yang saya inginkan, hanya karena mendengar perkataan orang lain. Tapi akhirnya saya mulai sadar bahwa mengkuti semua kehendak orang itu tidak baik untuk diri sendiri, hanya karena alasan agar orang menyukai kita. Mungkin iya.. sampai sekarang saya masih ragu terhadap kemampuan saya. Apalagi saya seorang introvet.. pasti bakal jadi bulan-bulanan orang-orang ekstrovet yang tidak mengerti persaan orang lain yang dibully-nya, mereka sangat senang dan merasa paling hebat ketika sudah bisa menghina satu orang tersebut, nantinya mereka akan terus coba membully interovet-introvet lainnya. Dalam kondisi seperti ini mungkin sebagian introvet ada yang tau cara mengatasinya, tapi bagaimana yang tidak bisa.. mungkin sepanjang malam mereka memikirannya dan munculah berbagai macam pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam hati dan pikirannya "Apa yang salah denganku?". Dan hingga akhirnya dia tidak tahu cara mengatasinya, hingga berujung pada pemikiran-pemikiran yang tidak masuk akal. Mungkin bagi sebagian mereka yang menyimpan dendam mungkin berkeyakinan akan membalasanya atau hanya menunggu sampai ada orang lain yang membalasnya. Ya.. seperti itulah hidup bagaikan ironi diatas ironi.

     Sebenarnya hal yang paling simpel untuk membuat diri kita bahagia adalah percaya pada diri sendiri, dan kemampuan diri. Karena kita berperan penting dalam apa yang akan terjadi kedepannya. Kekuatan ini lah yang nantinya menjadi tolak ukur kita sejauh mana kita bisa melalui gelombang kehidupan yang semakin lama semkakin kuat. Kita tentunya harus siap dan memiliki mental yang kuat agar terpaan gelombang kehidupan bisa kita lalui seiring berjalannya waktu. Dan mulai sekarang lah saat kita belajar menghadapinya, bukan mengeluh akan keadaan yang bisa membuat kita makin terpuruk dan jauh tenggelam dalam gelombang kehidupan. Mungkin ini adalah sebuah rangkian kata-kata yang tidak memiliki makna bagi sebagian orang, tapi jika di telaah dan dipikir secara seksama rangkian kata tersebut memiliki makna yang sangat dalam, dan nantinya sebuah rangkian kata ini lah yang menjadi acuan untuk kita bisa merubah sikap,sifat, serta pola pikir kita agar dapat menjadi orang yang lebih bahagia.

     Untuk itu marilah kita renungkan, kita pikiran apa yang bisa kita lakukan untuk diri kita dan membuat diri kita menjadi lebih berharga dan dapat menjadi lebih berguna kedepannya. Bukan untuk diri sendiri tetapi kita bisa lebih berguna bagi orang lain. Intinya jangan dengar perkataan orang lain yang mencoba mengusik pikiran kita, dan lakukanlah apa yang menurut-mu benar selagi itu tidak merugikan orang lain.   
Previous Post
First

About Author

Seorang personal blogger, yang suka menulis seputar keseharian mulai dari curhat, opini, dan bahkan adakalanya menginspirasi. Kadang juga menulis hal-hal yang absurd, dan dibumbui sedikit humor.

0 komentar: