Wednesday, September 25, 2019

Berdemonstrasi


Menurut peraturan UU No 9 Tahun 1998 pada Pasal 28 yang berbunyi:

"Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang."

Dan bentuk kegiatan berdemonstrasi dapat dituangkan melalui lisan, tulisan, dan sebagiannya secara demonstratif di muka umum.[1]

Akhir-akhir ini masyarakat indonesia sedang viral dan heboh terkait dengan tersiar kabarnya Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) yang membuat masyarakat baik offline/online, wibu, kpopers, introvert, kutu buku dan hingga para mahasiswa aktivis kampus yang geram geleng-geleng kepala. 

Kenapa Demikian?

Karena isi dari rancangan serta revisi dari UU tersebut yang dinilai sangat tak logis dan bahkan bertentangan dengan kaidah atau aturan dari dasar Negara Indonesia yang demokratis dan bahkan juga penindasan terhadap kaum perempuan indonesia.

Salah satu isi dari UU tersebut yakni pada draf RKUHP yang tercantun dalam Pasal 218-2020 tentang penghinaan terhadap presiden.[2]

Pada RKUHP terhadap hukuman pada orang yang menghina presiden membuat saya geleng-geleng kapala. Apa benar mengkirtisi presiden sampai-sampai harus dibui? Tentu saja ini bertentangan dengan dasar negara Demokrasi yang terbuka untuk terbuka menyampaikan pendapat dan kritik. Lah, gimana kalau dia baper? Yang tadi niatnya untuk mengkiritik agar beliau sadar dan ingat atas kesalahan yang dibuat, malah harus di bui karena tak tahan menerima kritik dari rakyatnya. Jika ini bakal memang disahkan, maka matilah Demokrasi.

Saya sebagai mahasiswa turun kejalan melakukan demonstrasi bersama kawan-kawan dari Universitas se-Kota Padang untuk berdemonstrasi serta menanyakan dan membawa aspirasi rakyat terhadap kebijakan nyeleneh dan diluar ambang batas dasar negara Demokrasi.

Tepat pukul 10:00 WIB sesuai yang dijanjikan mahasiswa masing-masing kampus di Sumatera Barat bergegas menuju kantor DPRD untuk berdemonstrasi. Massa sudah mulai ramai, berjalan memadati ruas jalan menju tempat dengan menggunakan almamater kebanggan kampus masing-masing. Dan[pada jam 11:00 WIB massa sudah mulai memasuki kantor DPRD untuk aksi demonstrasi.[3]

Dan jujur ini baru kali kedua saya ikut aksi demo, ntah apa yang membuat hati ini menjadi tergerak. Walaupun saya datang terlambat karena ada tanggung jawab yang harus lebih dahulu diselesaikan. Sesampainya saya dilokasi massa satu persatu sudah mulai meninggalkan tempat. Tetapi dilokasi tetap ramai. Memasuki lingkungan kantor, saya menyerobot masuk dari kumpulan rekan-rekan mahasiswa untuk masuk kedalam ruangan DPRD. Iya, kantor sudah berhasil disita mahasiswa. Setelah masuk dan melihat dengan seksama saya melihat banyak sekali orang rekan-rekan mahasiswa dari mulai duduk dikursi hingga berdisi diatas meja sambil menyanyikan yang mungkin indonesia raya. Suasana panas dan pengap karena kapasitas ruangan berlebih.

Sempat saya dokumentasikan saat saya berada didalam ruangan, namun hanya sedikit yang bisa karena mengingat kapasitas penyimpanan telepon genggam saya yang tak kondusif.


Saya kecewa dengan demonstrasi hari ini, bukan karena saya datang terlambat, tapi karena kondisi demonstran yang tak lagi kondusif karena sudah mulai agresif dan anarkis. Sempat saya bertanya kepada rekan-rekan demonstran terkait dengan kebijakan dan tuntutan kita pada hari ini apakah dipenuhi. Ternyata tuntutan dari mahasiswa sudah dipenuhi oleh salah satu Wakil Dewan, malahan tuntutan sudah ditanda tangani dan langsung dikirim via pos dan menunjukkan bukti pengiriman kepada para demonstran.

Saya pikir karena tuntutan sudah dipenuhi rekan-rekan demonstran bubar dan meninggalkan lokasi, tapi apa yang terjadi mereka masuk kedalam kantor dan membuat rusuh dan anarkis, barang-barang dihancurkan, vandalisme, dan sebagiannya. Setelah mendapat jawaban tersebut dan sebelumnya sudah menanyakan ke beberapa kawan-kawan demonstran untuk kejelasan informasi agar valid, setelah didapat saya pulang dengan penuh kekecewaan.

Tuntutan sudah terpenuhi hasil tinggal menunggu. Jika tak puas dengan hasil mari diulang kembali orasi, ini tidak, malah membuat anarkis dengan penuh rasa percaya diri dan bangga.

Saya mendukung penuh untuk berdemonstrasi jika itu menuntut keadilan, menunutut aspirasi, dah hak-hak yang dirasa tak terpenuhi kepada pemerintah, tapi tidak pada anarkis. Bukannya diri ini sok suci, tapi dipikir dengan logika dan akal sehat tuntutan sudah terpenuhi dan bahkan dikirim langsung, lantas apalagi? Kenapa hati masih saja ada yang kurang, apakah demonstrasi selalu berujung anarkis dan berujung perusakan fasilitas, entahlah, mungkin kita sendiri yang dapat menilai.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Refrensi:
[1]https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt5837954be4c7a/ini-demo-demo-yang-dilarang#_ftn2
[2]https://tirto.id/daftar-pasal-kontroversial-dan-bermasalah-dalam-rkuhp-eiED
[3]Instagram: InfoSumbar

Tuesday, September 17, 2019

Setelah Ini Apalagi?


Setiap tahun baik di universitas negeri maupun swasta pasti selalu melaksanakan acara-acara besar dan salah satunya yaitu wisudah. Wisudah merupakan momen yang paling dinanti setiap mahasiswa tingkat akhir untuk menyelesaikan studinya.

Acara ini diadakan bahkan hingga sampai 4 kali yakni pada bulan maret, juli. september dan desember. Tentunya tidak selalu pada bulan-bulan tersebut, setiap kampus punya jadwalnya tersendiri. Namun di antara jadwal tersebut hanya pada bulan-bulan tertentu saja yang ramai, yakni pada bulan maret dan september, kenapa? karena merupakan jadwal akitf kuliah civitas akademika.

Nah, bertepatan dengan bulan september ini, di kampus saya sedang melaksanakan acara wisudah yang terbagi menjadi 3 hari yakni sabtu s/d senin. Dan khusus untuk wisudawan fakultas teknik dilaksanakan pada hari sabtu.

Dimanapun kampusnya fakultas teknik selalu ramai pada acara wisudah. Kekompakan, kekeluargaan sangat erat di sini karena itu lah wisudawan di arak secara heboh. Kehebohan tersebut mengundang simpatisan dari pihak keluarga wisudah yang datang. Mereka berbaris melihat arak-arakan yang dilaksanakan mahasiswa fakultas teknik. Ada yang merekam, berselfie ria dan juga melihat diam sambil menikmati arak-arakan.

Terkesan heboh, sudah pasti. Rusuh, jelas tidak. Karena ini merupakan arak-arakan kebahagiaan atas pencapaian setelah lelah berjuang dari skripsian hingga mencapai puncak penghargaan yakni diwisudah.

Ada pepatah mengatakan  Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Ntah lah, siapa nama pepatah yang mencentuskan ini tapi yang jelas bagi sebagian orang ada yang setuju dengan perihal tersebut.

Namun salah satu penulis buku Rolf Dobelli dalam bukunya yang berjudul The Art of Thinking Celarly yang mengatakan bahwasanya mindset tersebut merupakan bias pikiran yang buruk, karena kenapa? apa iya setiap kebahagiaan harus selalu dilewati keburukan dulu? Tapi ntahlah, kita semua dapat menilainya sendiri.

Tapi yang jelas pada momen wisudah ini kita pasti setuju dengan kata pepatah. Eh, tapi ada baiknya perlu diingat setelah datang kebahagiaan akan ada fase dimana kita bingung atau bahkan stuck dan berpikiran, setelah ini ngapain lagi?.

Setelah ini Apalagi? Tentunya ini merupakan pilihan hidup pribadi. Ada banyak opsi yang dapat dipilih, ntah itu menikah dulu baru kerja atau sebaliknya, bebisni, lanjut S2 atau bahkan nge-ojol. Namun yang pelan tapi pasti, fase ini akan datang dan hingga kondisi membuat diri harus segera memilih.

Saya pribadi ingin mengucapkan selamat atas gelar sarjananya para wisudawan/ti. Semoga dengan ilmu yang dituntut dapat membuat akal pikiran tidak mati setelah ini. Karena ijazah merupakan bukti bahwa diri pribadi pernah sekolah, tapi tidak untuk berpikir. Do'akan saya menyusul tahun depan. Setelah ini apalagi? Saya harap pribadi sudah memilih.


Tuesday, August 6, 2019

Listrik Padam Atau Mati Lampu?

Hebohnya pemadaman listrik masyarakat di pulau jawa yang terjadi baru-baru ini ,khususnya di jabodetabek menjadi hotline news sepanjang hari. Ini tentu saja banyak menimbulkan kerugian  setelah tidak punya uang untuk membeli kuota dan nyinyirin orang, eh listrik malah padam.

Pemadaman listrik yang terjadi di jakarta dan daerah sekitarnya sempat menjadi trending topik di Twitter, kenapa? karena pasalnya pemadaman listrik yang terjadi itu memakan waktu kurang lebih hampir seharian penuh.

Jika dipikir-pikir masa sih, daerah dengan penduduk terpadat di indonesia dan juga sebagai pusat pemerintahan dan juga industri ini bisa juga terjadi pemdaman listrik. Ini sebuah penghinaan yang mendalam terhadap ibukota. Pasalnya tentu saja dengan terjadinya pemadaman listrik ini sangat merugikan masyarakat perkotaan. 

Masalah pemadaman listrik tentunya tidak hanya menjadi masalah satu aspek saja dan bahkan menimbulkan masalah-masalah baru. Mulai dari matinya aliran air pdam hingga menyebabkan ikan koki piaraan mati, hingga yang paling pelik menyebabkan kebakaran rumah.

Dan tentu saja akibat dari pemadaman listrik yang terjadi ini gawai pun juga jadi ikut-ikut padam. Sebagai generasi millenial yang eksis dan kreatif dalam perpanjatan sosial, tentu saja ini benar-benar merugikan. 

Namun yang jelas pemdaman listrik ini bukanlah hal pertama yang terjadi. Tepatnya pada 18 agustus 2005, listrik sempat padam dari jawa hingga bali, karena hal tersebut kerugian yang ditimbulkan cukup membuat hati meringis karena uang kerugian belum tentu sama dengan lambe serta gayamu yang selengek-an itu.

Bahkan sampai kagetnya pemadaman yang terjadi pada tahun 2005 ini, sempat berhembus kabar bahwasnya kejadian ini ada hubungannya dengan aksi terorisme. Walau ini cuma sekedar isu belaka tentu membuat ke-parnok-an masyarakat, serta pemerintah menjadi ketar-ketir dan bikin ruwet dan mumet karena kejadian ini.

Bukan indonesia namanya kalo segala sesuatu yang terjadi nggak dikomen-in. contohnya di meme salah satu ini:

Jelas ini sedikit mengundang tawa perihal pemdaman listirik yang terjadi. Walau presiden jokowi sudah menetapkan secara sah pemindahan ibu kota ke kalimantan, tentu saja jakarta akan ditinggal dengan sejuta kenangan dan menjadi mantan—asal jangan jangan tambah cantik aja kalo ditinggalin, takutnya jadi nyesel.

Sebenarnya pemadaman listrik bagi sebagian masyarakat yang tidak tinggal dikota, itu justru biasa-biasa saja. Iya, biasa-biasa saja karena sampai biasa malahan kalo dalam seminggu listrik tidak pernah padam patut dicurigai. Mungkin masyarakat jakarta harus terbiasa dengan kejadian ini.

Tapi yang jelas namanya bukan mati lampu, tapi... Pemdaman listrik. Ingat dan camkan. Karena dengan adanya pemadaman listrik membuat lampu dirumah tidak bisa menyala. Kecuali lampu mobil, lampu motor atau lampu-lampu lain yang punya sumber dayanya masing masing, eh, hape juga ding kalo punya power bank, hehe.

Sunday, June 30, 2019

Terima, Walau Dramatis



Menjadi sendu kadang terlihat tabu untuk diterima
Untuk diterima kadang hati tak siap menerima sendu yang tabu
Namun, tegar merupakan pilihan dan suatu upaya agar hati siap terima
Dramatis, memang selayaknya hidup tak indah karenanya

          Semua pengalaman dan kisah indah ini akhirnya berujung sendu
          Sungguh berat hati melupakan perihal yang indah
          Benar semua ada akhirnya
          Walau perihal yang indah tak selamanya berakhir indah jua

Kini semua tinggal kenangan
Yang akan redup hilang tanpa bekas
Yang akan sirna hilang ditelan waktu
Dan yang akan pergi tanpa sempat mengucap

          Sungguh drama ini bagaikan sebuah cambuk
          Yang siap memecut raga dan hati hingga relung paling dalam
          Sendu akhirnya menjadi kawan dalam setiap akhir cerita
          Terima, walau dramatis

Muara Bulian, 30 Juni 2019

Friday, June 28, 2019

Manfaat Memiliki Website Pribadi Untuk Membangun Personal Branding

Diera digital seperti yang kita rasakan saat ini, segala macam bentuk aktivitas kita sehari - hari selalu erat kaitannya dengan internet. Dan tentu saja dengan adanya internet segala macam bentuk aktvitas kita sehari-hari dipermudah olehnya.

Internet sendiri di zaman ini merupakan sebuah kebutuhan yang wajib dipenuhi, karena mengingat semua serba digital, tentu saja segala macam bentuk aktivitas sudah berbasis daring. Contohnya saja dapat dilihat mulai dari belanja, pembelian tiket transportasi, sampai mencari pekerjaan semuanya serba digital.

Untuk mengakses internet serta berselancar di dunia digital, tentu saja tidak jau-jauh kaitannya dengan website. Dan website ini lah yang bakal sering dikunjungi setiap kali berselancar di internet dengan tujuan untuk mendapatkan sebuah informasi atau hal-hal lain yang dibutuhkan.

Website sendiri ada berbagai macam jenisnya, dan tentu saja website dibuat dengan tujuan yang berbeda. Dimulai dari pembuatan website untuk toko online, penyedia jasa, hingga website pribadi yang berguna sebagai portofolio dengan tujuan untuk membangun personal branding.

Berbicara soal portofolio tentu saja berkaitan erat dengan dunia pekerjaan. Di era digital, membangun personal branding dengan website sebagai portofolio merupakan sebuah bentuk profesionalitas diri terhadap sebuah pekerjaan yang akan digeluti. Dan tentu saja dengan adanya website pribadi untuk membangun personal branding menjadi nilai tambah seseorang ketika melamar pekerjaan di suatu perusahaan.

Bagi sebagian besar orang mungkin mengira untuk membuat sebuah website harus jago komputer, jago desain website dan coding. Namun sebenarnya hal tersebut tidak perlu dirisaukan, karena ada banyak sekali layanan atau jasa pembuatan website yang fleksbiel dengan desain yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tentunya dengan harga yang ramah dikantong.

Salah satu penyedia layanan pembuatan website berkualitas yakni grapiku.com. Sebuah platform penyedia jasa layanan untuk pembuatan website berkualitas, desain branding, hingga desain ilustrasi yang dapat membantu memudahkan dalam pembuatan website yang berkualitas.

Kenapa di grapiku.com?

Karena grapiku.com sudah banyak membantu para costumernya membuat website untuk membangun Branding mereka. Di website grapiku.com bisa dilihat proyek-proyek yang sudah dikerjakan, tentu saja grapiku.com sudah memiliki pengalaman dibidangnya dan sudah membantu mewujudkan website impian para pelanggannya.



Untuk pengerjaan websitenya sendiri terbilang mudah dan cepat, kurang dari 14 hari kerja webiste sudah bisa langsung diakses. Dengan desainnya yang responsif dan profesional, yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan costumer dan harga yang relatif murah serta fleksibel yang ramah dikantong. Pembuatan website di grapiku.com nantinya costumer akan dipandu untuk pengelolaan websitenya, jadi bagi pemula dan awam dapat mengetahui cara pengelolaan websitenya secara mandiri.

Selain itu di grapiku.com juga menyediakan layanan costumer service online 24 jam setiap hari. Nantinya jika costumer memiliki pertanyaan terkait dengan masalah atau hal-hal lain seputar website, bisa ditanyakan langsung agar dapat dipandu menyelesaikan masalah.

Nah, jadi tunggu apalagi mari segara buat website pribadi anda untuk membangun personal branding agar lebih profesional. Dan jika masih bingung atau ada yang ingin ditanyakan, silahkan langsung saja kunjungi website grapiku.com dan segera buat website impian anda untuk menunjang karir di masa depan.